Pergi ke negeri asing
Mencari tuhanya
Tak kenal lelah
Tak gelisah lapar
Tak mau dikenal
Meskipun terus mengenal
Tak resah miskin
Sebab hatinya tak misikin
Tak malu hina
Sebab hinanya mata dunia
Sang Pengembara
Angin pakaianmu
Duri sandalmu
Namun tak surut langkah
Tegak tekadmu
Kokoh jiwamu
Catagoris
- Album Kenangan (12)
- Artikel (11)
- Ibrah (1)
- My Diary (1)
- Perjalanan Dakwah (2)
- renungan (4)
- Santri Bicara (5)
- Syair (4)
- Tausyiah (1)
Hari Ini
Blog Archive
Perjuangan Tanpa Henti
Selasa, 10 Februari 2009
Sang Pengembara
Utuh
Hati ini
Hati sufi
Jiwa ini
Jiwa pengembara
Akal ini
Akal pujangga
Watak ini
Watak satriya
Jasad ini
Jasad syuhada
Bergerak dan menggerak
(Surabaya, 5 Maret 2008)
Manusia Langit
Ku tak tahu
Jiwaku asing
Ragaku asing
Kuberanikan menatap
Pada dunia baru
Namun
Ah….!!!!!
Silau
Menggigau
Gigi gemelutuk
Tak berunjuk
Tahukah engkau?
Itu hidayahmu
Maka,
Biarkan butamu
Biarkan tulimu
Biarkan asingmu
Jelma manusia langit
(Surabaya,7 Mei 2008)
Selasa, 27 Mei 2008
Keadilan

Dimana kini kan kucari, keadilan Kutanya pewaris kolong jembatan
Ternyata hanya membisu, tak mengerti apa – apa
Kudatangi pelancong disco
Kok, malah tertawa – tawa, bodoh
Kujemput kawanan tuna susila,
Katanya
Lupakan saja nyanyianmu, kemari peluk pantatku!
Kuterobos relung – relung pasar
Pedagang – pedagang meneriakkan slogan devaluasi
Kutelusuri sepanjang jalan dan belantara
Pencuri – pencuri mendirikan penjara sendiri
Kutanya para nelayan.
Sambutnya langit masih tertutup awan badai
Kupanggil gurami kutanya serius
Keluhnya, aku keracunan, lautnya polusi
Kutelusuri diantara pelosok – pelosok desa
Jangkerik yang dulu asyik bernyanyi
Kini mulai gelisah
Beberapa cecak merana, tercuri ikat pinggangnya.
Hanya tokek yang masih tetap bernyanyi
Menghitung undian nasib yang lagi naif
Kudatangi seorang syekh,
Aku mengadu nasib bumi
Oh, syekh malah menjawab dengan tangisnya
Seraya meneruskan dzikir seraya mengangkat doanya
Kupeluk mahasiswa, kutanya dalam frustasinya
Dimana keadilan sejati?
Diakhirat, dekat hotel sagor
Bagaimana keadaanmu kini sahabat?
Lihat kacamataku, aku makin buta dengan diriku
Naluriku makan SKS hingga kenyang
Kuintip anopeles yang sembunyi di jalur gaza
Kupanggil kantor di Amerika
Dan baca tentara AIDSnya
Kuman jantung dan wabah kematian
Seraya, mereka teriak bersama,
Biarkan aku datang
Tuk membagi keadilan sejati
Belajar Bahasa Arab
Translate
About Me
- Manusia Pembelajar
- Kab.Semarang, Barat, Indonesia
- Demi pena. Dan apa – apa yang ditulisnya. Menulis bukanlah untuk pamer. Bukan pula hanya sekedar untuk mencari kekayaan belaka. Namun menulis adalah panggilan jiwa. Menulis untuk amal makruf nahi munkar itu adalah yang utama. Setiap hati, setiap mata, setiap rasa akan menikmati goresan pena para penulis. Goresan pena yang bermakna, penuh hikmah dan ilmu. Menulis berarti menuangkan semua ide dalam lembaran – lembaran kertas atau dalam bentuk dunia elektronik dan dunia maya. Jangan takut menulis. Jangan takut salah. Jangan takut keliru. Karena setiap kekurangan yang ada, merupakan awal menuju kepiawaian menulis. Awal yang buruk bukan berarti sebuah bencana. Teruslah merangkai kata, jangan berhenti. Maka engkau akan menemui takdirmu, penulis yang handal. Puluhan kata, ribuan kata berubah bentuk menjadi ukiran tulisan yang penuh bayan.
Favorite Web
- http://semuabisnis.com
- http://pengusahamuslim.com/
- http://sekolah-laris.co.cc/
- http://ccline.co.cc
- http:www.kupinang.blogspot.com
- http://www.infopalestina.com/ms
- http://www.insistnet.com
- http://www.muhammadiyah.or.id
- http://www.nu.or.id
- http://radiomitrafm.com
- http://komunitas-nuun.blogspot.com
- http://hidayatullah.com