Lantunan adzan maghrib pun menggema. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Suana hatiku terasa syahdu mendengarkanya. Malam yang bersejarah bagiku akan tiba. Malam pembebasan. Malam pengakuan.Malam perjanjian. Malam persaksian.Malam pensyahadatan.
"Mas, cara proses syahadat disini ya seperti itu, ga boleh dirubah - rubah". kata Ustadz Abdur Rahman. "Baiklah kalau begitu" ujarku sambil menghela nafas panjang.
Sejarah telah tiba, "Monggo ditiruake" kataku pelan tapi tegas."Kulo nyekseni, mboten wonten pangeran, ingkang sinembah, kejawi namung gusti Alloh, lan kulo nyekseni, kanjeng Nabi Muhammad, utusanipun Gusti Alloh"."sampun" kataku. Pekikan takbirpun berkumandang "Allahu Akbar"!. Salah satu Jamaah berkata:"Alhamdulillah, saudara kita bertambah lagi" ujarnya sambil berderai air matanya jatuh ke pipi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tafadhol